Tulisan ini berawal dari niat saya untuk mengabadikan moment bersama anak-anak asuh saya di MTPA (Madrasah Tahfidz Putri Anak) Komplek Q Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta melalui tulisan kesan dan pesan anak-anak MTPA tepat dua hari sebelum saya boyongan dari Pesantren Krapyak. Mengingat saya harus melanjutkan pengabdian di Pulau Borneo.
Inilah kesan dan pesan dari anak-anak MTPA yang membuat saya menyadari artinya nilai sebuah senyuman ketika mengajar dan mengasuh mereka.
1. Untuk : Mb. Anis yang sudah membawa kebahagiaan buat kita semua
Dari : ? (Baca Dulu)
Assalamualaikum ^_^
mbaak anis di sana baik-baik ya. Sering-sering mampir sini.
mbaak anis disana jangan galak-galak. Nanti kalau mampir ke sini bawain KECAP SAWI YA!!!
mbaak anis di sini bawain kebahagiaan untuk kita tapi kenapa mbak anis pergi??
mbaak, aku maaf ya kalau ada salah (semoga aku gak banyak salah) pokoknya mbak Anis GOOD JOB.
makasih ya mbak Anis udah mampir ke MTPA dan udah bawain kebahagiaan buat kita semua. "LOVE YOU"
Rabu, 18 April 2018
Husna Nailil Muna
2. Kesan dan pesan :
Kesan : Mbak Anis itu orangya baik, bisa bantuin ngerjain apa-apa, ngerjain PR, belajarin nari.
Pesan : Mbak Anis....itu sukanya marah....tetapi baik...B.G.T 100 %. Jangan gampang marah/emosi ya mbak Anis, biar cantik. "Sayonara mbak Anis, jangan lupain kita ya..."
"Smile"
Yogyakarta, 18 April 2018
Imtinan Rania A.
3. From : Rifa Salsabila
To : Mbak Anis
Mbak Anis semoga sehat selalu, jangan lupain kita semua. Kita gak akan lupain mbk Anis kok. Semoga mbak baik-baik aja di rumah. Kalau udah di rumah jangan lupa main ke pondok ya ... plis ya mbak. Semoga dapat suami yang sholeh. Amiin....
I <3 Mbk Anis
4. To : Mbak Anis
Dari : Naura
Naura Hasna Almira , I <3 Mbak Anis
Mbak Anis maafkan aku kalau punya salah. Mbak Anis jangan lupain aku. Mbak Anis semoga mbak anis sehat selalu, selalu ingat aku, cepat punya jodoh. Amiin.
5. Dari : Chila
Untuk : mbak Anis
Assalamualaikum wr wb . Wassalamualaikum wr wb.
Mbak Anis aku cinta mbak anis tapi gimana, mbak anis sudah boyong jadi aku gak bisa ketemu. terimakasih.
Dunia Islam & Dunia Anak
Mengenggam Dunia dengan Agama ALLAH
Sabtu, 28 April 2018
Minggu, 27 November 2016
Beragama di Tengah Keragaman
Arsip foto “‘Mohammed and Sameer of Syria” pada tahun 1889 di kota Damaskus, Suriah. (ARSIP)
Penulis : Husein Ja'far Al Hadar -
Berselancar di media sosial itu sungguh mengasyikkan. Ia seperti
samudera hikmah, walau bukan samudera kebenaran. Dalam arti, tak semua
yang ada di media sosial itu benar. Bahkan, dalam kondisi masyarakat
yang kian sengit akan sentimen, bisa jadi akan lebih banyak kesalahan
ketimbang kebenaran di media sosial.
Hoax bertebaran di sana, ujaran kebencian berseliweran, vonis dan
tuduhan begitu mudah dicuitkan, dan seterusnya. Namun, hikmah punya
dimensi yang unik, yang membuat segala sesuatu, bahkan kesalahan, bisa
dipetik sisi benarnya.
Pertama, kita bisa mengambil hikmah berupa kebenaran begitu saja. Ia
memang objek yang benar. Kita tinggal mengambilnya saja. Kedua, kita
bisa mengambil sebagian kebenaran. Misal, bisa jadi teksnya benar,
konteksnya salah. Premisnya benar, kesimpulannya salah.
Ketiga, kita bisa mengambil kebenaran dari suatu kesalahah. Inilah
mungkin yang dimaksud Sayyidina Ali bin Abi Thalib, “Ambillah hikmah
walau dari mulut seorang munafik.” Dalam arti, bisa jadi penuturnya
munafik, latar belakangnya munafik, atau tujuannya munafik, tapi yang
dituturkannya benar. Atau, tuturannya pun munafik-salah, tapi kita ambil
hikmah dengan membalikkannya: sisi sebaliknya.
Salah satu hikmah yang baru-baru ini saya dapatkan dari media sosial,
tepatnya Facebook, adalah foto seorang lelaki jangkung buta bernama
Muhammad yang menggendong seorang lelaki kecil yang lumpuh kakinya
bernama Samir. Dan, ternyata, keduanya saling berbagi: Muhammad berbagi
kakinya dengan Samir, dan Samir berbagi penglihatannya dengan Muhammad.
Tak berhenti sampai di sana kesyahduan: Muhammad adalah seorang
Muslim dan Samir adalah seorang Nasrani. Keduanya seorang yatim-piatu
yang telah bersama dan berbagi hampir seumur hidupnya. Bekerja bersama
di sebuah warung kopi. Dan wafat dalam waktu yang hampir bersamaan:
Samir wafat lebih dulu dan disusul sepekan kemudian oleh Muhammad yang
tak kuat menahan kesedihan akan wafatnya sahabat berbaginya itu.
Ada sebuah ikatan yang begitu kuat antar keduanya di tengah sesuatu
yang kini dianggap jurang besar dan mustahil bersatu: Islam-Nasrani.
Apa hikmah yang bisa kita ambil dari foto dan realitas yang terpotret
itu? Tentu, ia samudera hikmah. Saya pun malu untuk “lancang” memotret
hikmah dari keduanya. Namun, dengan kerendahan hati, saya memberanikan
diri untuk itu, sembari mau menegaskan bahwa yang akan saya paparkan
hanya secercah hikmah yang bisa saya petik dari keduanya, sesuai konteks
yang menurut saya dibutuhkan dalam kondisi keberagamaan kita saat ini.
Artinya, selebihnya silakan Anda petik sendiri sesuai penglihatan dan
konteks yang mengitari Anda.
Pertama, ada nilai universal yang letaknya bahkan melampaui agama,
yakni “kemanusiaan”. Sebab, bahkan agama sebenarnya diturunkan sebagai
perangkat untuk membuat manusia menjadi pro-kemanusiaan. Nilai itu
melintasi sekat-sekat apa pun, termasuk agama atau bahkan ketuhanan
sekalipun. “Rahman”-Nya itu diberikan pada seluruh ciptaan-Nya, tanpa
memandang sekat agama ataupun tanpa peduli walau ia tak beriman
pada-Nya.
Sampai di sini, ada sebuah kisah menarik dan relevan yang dibawakan
Eric Winkel (pakar Ibn ‘Arabi) dalam satu sesi diskusi tentang pemikiran
Ibn ‘Arabi di Jakarta pada akhir 2015 lalu. Alkisah, Nabi Ibrahim
pernah kedatangan tamu tak dikenal ke rumahnya. Dia seorang kakek tua
berumur 70-an tahun. Dia kelaparan dan minta makan pada Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim bertanya tentang kepercayaannya pada Tuhan, dan ia pun
menjawab bahwa ia ateis. Lalu, Nabi Ibrahim menawarkan padanya untuk
bersaksi akan Tuhan, lalu akan memberinya makan. Namun, kakek itu enggan
menukar sepiring nasi dengan apa yang diyakininya, lalu ia pergi.
Lantas, Allah pun menegur Nabi Ibrahim dengan mengatakan bahwa kakek
itu telah 70-an tahun tak percaya akan-Nya, tapi Dia tetap memberinya
makan. Lalu Nabi Ibrahim pun memanggilnya kembali dan memberinya makan
tanpa syarat.
Kedua, nilai lain yang melampaui sekat agama dan ketuhanan adalah
“perdamaian”. Muhammad dan Samir, melalui hubungan keduanya, menunjukkan
secara nyata bahwa perdamaian itu bukan utopia (khayalan). Ia bisa
ditegakkan. Bahkan mudah, jika kita berpikiran jernih dan berhati tulus
seperti keduanya.
Ini penting di tengah kondisi keberagamaan atau bahkan kebermazhaban
pun yang dipenuhi sentimen, ketegangan, bahkan saling serang, seolah
mustahil bisa berdamai. Dan, seperti diperlihatkan keduanya, damai bukan
berarti harus sama, melainkan membiarkan masing-masing dengan
pilihannya dan saling berangkulan dalam damai.
Ketiga, bagi saya, foto itu memotret tentang sepatutnya melihat dan
menyikapi perbedaan. Bagaimana kita melihat perbedaan sebagai rahmat dan
menyikapinya dengan rahmat pula. Yang dilakukan Muhammad adalah
memperlihatkan secara praktis tentang Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, bukan lil muslimin saja.
Lagi pula, bukankan tak ada paksaan dalam agama? Dakwah takkan tegak
dan justru menjadi batal jika dilakukan dengan paksaan. Dan saling
berbagi keduanya adalah rahmat sekaligus dakwah terbaik keduanya.
Minimal, jika keduanya pun tetap dengan imannya masing-masing,
keduanyatelah berbagi informasi tentang agamanya masing-masing dengan
sebaik-baiknya cara. Selebihnya bukan lagi urusan keduanya, karena kata
Allah, bahkan tugas Nabi Muhammad pun hanya “menyampaikan” agama Islam,
bukan “memastikan” seseorang menjadi Muslim.
Keempat, kita yang meyakini Islam sebagai agama yang paripurna
kebenarannya, bukan berarti menganggap agama lain, apalagi agama samawi,
sebagai agama yang salah atau tak memiliki dimensi kebenaran sama
sekali, bukan? Bukankah ia adalah agama yang diturunkan Allah juga
sebelum Islam, dan ia juga benar, hanya saja kemudian diturunkan Islam
sebagai penyempurna yang paripurna?
Dan, bukankah bahkan kepada seorang munafik kita disuruh mengambil
hikmah? Apalagi, bukankah meskipun agama kita benar, belum tentu diri
kita dalam menjalankannya juga sudah benar seutuhnya? Maka, sudah
sepatutnya kita menjalin relasi sebagaimana Muhammad dan Samir dalam
beragama: menilai bahwa kebenaran ada di luar dan kita bisa
meneladaninya, sebagaimana Muhammad yang meminjam penglihatan Samir.
Atau bahkan foto itu bisa menjadi inspirasi empirik bagi dalil
pluralisme agama.
Kelima, lalu bagaimana nasib keduanya jika “diadili” dengan teks
tentang larangan seorang Muslim bersahabat dengan non-Muslim yang
seringkali dianggap sebagai amanah dari Surat Ali-Imran: 28 atau Surat
Al-Mumtahanah: 1? Tentu, saya canggung dan tak berani untuk mendudukkan
keduanya di “kursi terdakwa” pengadilan fikih tersebut. Sebab, keduanya
telah melampauinya, telah bermain di samudera universalisme Islam bagi
Muhammad dan Nasrani bagi Samir.
Namun, jika pun harus menilai keduanya dalam kacamata teks tersebut,
saran saya, jangan Anda hanya membaca teks itu secara harfiah danasbabun nuzul ayat tersebut dan konteks yang mengitari Muhammad dan Samir.
Jangan pula hanya membaca ayat itu, baca ayat lain. Misalnya: ayat
yang menghalalkan lelaki Muslim menikahi wanita Yahudi atau Kristen,
serta ayat yang membolehkan kaum Muslim memakan makanan mereka, dan
sebaliknya.
Atau, ayat yang menegaskan bahwa Allah tak melarang umat Islam untuk
berbuat baik dan berlaku adil pada non-Muslim yang tak memerangi mereka
(Surat Al-Mumtahanah: 8). Dan ayat-ayat lain yang seolah bermakna
sebaliknya dari dua ayat di atas.
Baca juga sejarah Nabi yang beraliansi dengan non-Muslim seperti
dalam kisah hijrah para sahabat ke Habasyah, sejarah Piagam Madinah,
permintaan bantuan Nabi pada Yahudi Bani Qainuqa atau kepada Shafwan bin
Umayyah yang musyrik.
Jangan lupa pula membaca jumhur ulama dari kalangan Syafi’i, Hanafi,
dan Hambali tentang tema tersebut yang cenderung positif dalam melihat
fenomena semacam yang terjadi pada Muhammad dan Samir. Jangan sampai apa
yang terjadi pada Nabi Ibrahim, terjadi pula pada Anda: Anda menghakimi
keduanya, dan Tuhan mempertanyakan, menghakimi, dan menyuruh Anda
bertobat atas apa yang Anda lakukan atas keduanya.
Keenam, foto itu dipotret di Damaskus pada 1889, yang kini kota itu
dan bahkan negaranya (Suriah), sudah porak-poranda lantaran kecamuk
politik dan terorisme yang kian kita kerap kait-kaitkan dengan isu
sektarian. Maka, melihat foto itu semacam sebuah romantisme.
Saya membayangkan, andai saja paradigma yang dipakai seluruh elemen
di Suriah dan kita yang melihat serta mencoba menganalisanya dengan
paradigma ala Muhammad dan Samir, saya yakin apa yang terjadi di Suriah
bisa selesai. Minimal, ia takkan begitu mengerikan seperti saat ini, di
mana masalah di sana menjadi komoditas semua pihak, termasuk kita di
sini, untuk memproduksi kebencian sektarian.
Alhasil, terlalu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari Muhammad
dan Samir seperti terpotret dalam foto tersebut. Yang saya petik hanya
salah satu buah dari pohon hikmah milik Muhammad dan Samir. Silakan Anda
memetiknya juga untuk bekal hidup Anda, khususnya dalam keberagamaan di
tengah keragaman.
Apalagi keberagamaan kita saat ini masih “sakit”: penuh sentimen,
hujatan, bahkan konflik atas nama agama atau bahkan “sekadar” sekte.
Minggu, 04 Januari 2015
TIPE WANITA JAWA KUNO
Masyarakat Jawa Kuno telah mengenal dua macam
tipe wanita yang pantas dinikahi:
1. Tipe Padmanagara
Tipe ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. lambe iwir manggis karengat (bibir bagaikan
buah manggis terbuka)
b. liringe sor madu juruh (kerling matanya
mengalahkan manisnya juruh madu)
c. sor tang nyuh danta santene (payudaranya
mengalahkan kelapa gading)
d. wangkong iwir limas angene (pantat bagai
limas yang baik)
e. wentis iwir pudak angrawit (betis bagai
bunga pudak yang mempesona)
f. dalamakan gamparan gading (telapak kaki
seperti gamparan gading)
g. adege padmanagara (tubuhnya seperti
padmanagara)
h. lumampah giwang lan gangsa (lenggangnya
beralun senada gamelan, seperti seekor angsa)
i. panepi iwir patrem konus (pinggang bagai
patrem terhunus)
j. pupu iwir pol ginempotan (paha bagai daun
palma yang diserut halus).
2. Tipe Nariswari
Tipe ini memiliki ciri-ciri: murub
rahasyanipun (menyala rahasianya).
Ciri-ciri lainnya berkaitan dengan tingkat
spiritualitas dan inner beauty wanita. Ken Dedes merupakan contoh tipe ini.
Adapun tipe wanita jawa ideal adalah sebagai
berikut:
1. Kusuma Wicitra Ibaratnya bunga mekar yang
sangat mempesona, yang siap untuk dipetik. Wanita yang ideal sebaiknya
mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan dan agama, mengharumkan dirinya
dengan perbuatan baik, menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.
2. Padma Sari Ibaratnya bunga teratai yang
sedang mekar di kolam. Bunga teratai dalam budaya Jawa merupakan simbul
kemesraan, sehingga yang dimaksudkan dengan wanita ideal dalam konsep ini
adalah wanita cantik yang penuh kasih mesra hanya bila bersama dengan suaminya.
3. Sri Pagulingan Ibaratnya cahaya yang sangat
indah di peraduan/singgasana raja. Wanita yang ideal sebaiknya tidak hanya
cantik jasmaninya, namun juga dapat mempersembahkan dan menunjukkan
kecantikannya hanya kepada suaminya ketika berolah asmara di peraduan.
4. Sri Tumurun Ibaratnya bidadari nirwana yang
turun ke dunia. Wanita yang ideal sebaiknya cantik raga dan jiwanya. Ini
dibuktikan dengan kesediannya untuk “turun”, berinteraksi dengan rakyat jelata,
kaum yang terpinggirkan untuk menebarkan cahaya cinta dan berbagi kasih.
5. Sesotya Sinangling Ibaratnya intan yang
amat indah, berkilauan. Wanita yang ideal sebaiknya selalu dapat menjadi
perhiasan hanya bagi suaminya, sehingga dapat memperindah dan mencerahkan hidup
dan masa depan suaminya, juga keluarganya.
6. Traju Mas Ibaratnya alat untuk menimbang
emas. Ini merupakan simbol wanita setia yang selalu dapat memberikan saran,
pertimbangan, nasihat, demi terciptanya keluarga yang sakinah.
7. Gedhong Kencana Ibaratnya gedung atau rumah
yang terbuat dari emas, dan berhiaskan emas. Ini merupakan simbul wanita yang
berhati teduh dan berjiwa teguh sehingga dapat memberikan kehangatan dan
kedamaian bagi suami dan keluarganya.
8. Sawur Sari Ibaratnya bunga yang harum
semerbak. Wanita yang ideal sebaiknya dikenal karena kebaikan hatinya,
keluhuran budi pekertinya, kehalusan perasaannya, keluasan ilmunya, kemuliaan
akhlaknya. Kecantikan fisik dan kekayaan harta yang dimiliki wanita hanya
sebagai pelengkap, bukan syarat mutlak seorang wanita ideal.
9. Pandhan Kanginan Ibaratnya pandhan wangi
yang tertiup angin. Ini merupakan simbul wanita yang amat menggairahkan,
menawan, dan memikat hati. Dapat dilukiskan sebagai: tinggi semampai, berparas
cantik, berkulit kuning langsat, berbibir merah alami, berpayudara montok,
murah senyum, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, dapat memberikan
keturunan.
Dalam Serat Yadnyasusila dijelaskan tentang
tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wanita agar dapat menjadi wanita
idaman:
1.Merak ati atau mrak ati Berarti: membina
kemanisan dengan mempercantik dan merawat diri (ngadi warni), memperindah
busana (ngadi busana), berwajah ceria (ngadi wadana), murah senyum (sumeh),
santun dalam bertutur kata (ngadi wicara), dan sopan serta luwes dalam
berperilaku (ngadi solah bawa).
2.Gemati Berarti siap untuk merawat, mengasuh,
mendidik putra-putrinya, mengatur rumah tangga, melayani suami dengan penuh
keikhlasan.
3.Luluh Berarti mampu selalu menyenangkan hati
suaminya, selalu menyediakan waktu setiap hari untuk suami dan anak-anaknya,
sabar dan gembira saat mengasuh anak-anaknya, dan selalu berusaha menciptakan
keseimbangan dan keharmonisan dalam keluarganya.
Untuk memilih (menikahi) wanita, dalam tradisi
Jawa ada beberapa faktor yang biasanya menjadi bahan pertimbangan:
1.Bibit Berkaitan dengan kecantikan wanita
baik secara lahiriah maupun batiniah.
2.Bebet Berkaitan dengan kemampuan dan
kekayaan ayah wanita yang akan dinikahi.
3.Bobot Berkaitan dengan asal-usul atau
keturunan wanita yang akan dinikahi.
Minggu, 07 Desember 2014
20 LANGKAH SALAH DALAM MENDIDIK ANAK
Edisi Arab :Siyasat Tarbawiyyah Khathiah
Penerbit : Dar Ibn Hazm , Beirut – Lebanon
(Muhammad Rasyid Dimas )
1. Memaksakan
Kewajiban tanpa Memberi Pemahaman
2. Menyikapi
Perilaku Anak hanya dengan Satu Pola
3. Enggan Menerpakan Disiplin
4. Tidak
Menggunakan Siasat Napas Panjang saat menyikapi kesalahan anak
5. Tidak berupaya
mengetahui motif anak berbuat salah
6. Selalu menerima
syarat yang diajukan oleh anak
7. Berlebihan
dalam berjanji kepada anak
8. Menghukum anak
atas perbuatan baiknya
9. Tidak menghukum
perilaku buruk anak
10. Memberi isyarat
negatif
11. Membandingkan
seorang anak dengan anak lainnya secara tidak adil
12. Memberlakukan
standar ganda
13. Tidak memenuhi
kebutuhan kasih sayang dan cinta anak
14. Tidak
memerhatikan patokan – patokan dalam memberikan sanksi fisik
15. Tidak
memerhatikan perbedaan individual dalam mendidik anak
16. Tidak bertahap
dalam berinteraksi dengan anak – anak
17. Menghina,
melecehkan, dan diskriminatif dalam memperlakukan anak
18. Tidak kompak
dalam cara mendidik
19. Tidak
melibatkan anak dalam membuat aturan
20. Bersikap
negatif dan salah terhadap anak
Semoga Putra - putri kita , menjadi generasi yang sholeh - sholehah ...
Selasa, 18 November 2014
Nilai Positif Memelihara Hewan
Ada banyak nilai kehidupan yang perlu ditanamkan pada anak sejak berusia dini. Kelak hal itu akan berguna untuk membentuk kepribadian positif di usia dewasa. Salah satu pembelajaran menarik adalah ketika dia memelihara hewan.Secara psikologis, keluarga yang gemar memelihara hewan, termasuk kategori keluarga penyayang. Apalagi bila kegiatan ini sudah dimulai sejak kecil, si anak akan tumbuh menjadi pribadi bertanggung jawab, lembut, dan mudah mengendalikan diri.
Oleh karena itu, saat anak belajar memelihara hewan kesayangannya, anak akan belajar kasih sayang, merawat, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, apabila anak diberi tugas-tugas tertentu, dia akan melaksanakan dengan baik.
Pasalnya, dia sudah terbiasa melakukan tanggung jawab saat merawat dan membesarkan hewan peliharaannya. Hadirnya hewan peliharaan di rumah Anda pun bisa mendatangkan keceriaan.
Nilai positif lainnya untuk si kecil adalah dia akan dikenalkan dengan sebuah siklus kehidupan. Anak akan bisa menyaksikan langsung sebuah proses kelahiran, perkembangan kognitif dan fisik, sakit, dan kematian.
Nah, khusus fase terakhir, meskipun menyedihkan, akan tetapi orangtua perlu menerangkan secara lugas. Di sini, Anda mendapat kesempatan mengajarkan putra-putri Anda tentang cara mengatasi kesedihan dan belajar untuk tegar.
Namun, dari semua nilai positif dari kegiatan memelihara hewan, ada hal yang patut diingat bahwa orangtua tetap perlu mengambil porsi besar dari tanggung jawab memelihara hewan. Termasuk menentukan jenis hewan yang tepat untuk dipelihara di rumah.
Dikutip dari The Golden Rules to Raise Your Children, karangan dr Alicia Christine, kira-kira 95 persen anak mulai usia tiga sampai tiga belas tahun ingin memiliki hewan peliharaan. Pasalnya, hewan mampu menawarkan kasih sayang dan bisa terus menemani si anak.
Bahkan seperti penelitian dari Jerman, hampir 80 persen anak menganggap anjing sebagai teman dekat mereka. Selain anjing, kucing, kelinci, atau hamster kerap menjadi favorit anak-anak.
Bila si kecil sudah diizinkan memelihara hewan, selalu ingatkan mereka untuk membantu orangtua dalam memberikan makan, minum, membersihkan si hewan juga kandangnya. Serta tidak lupa untuk mengajak si kecil ketika membawa hewan ke dokter hewan untuk pemeriksaan kontinu. Hal ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab bagi sang anak yang dapat dipupuk sedari dini.
Tak lupa, setiap kali bermain bersama hewan kesayangannya, ajak si kecil untuk mencuci tangan dengan sabun. Ini juga merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dalam memelihara kesehatan tubuh. [AJG]
noted: nilai positif memelihara hewan
foto: shutterstock
sumber : kompas.com
Penuhi Gizi Buah Hati
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, ada sekitar 3,1 juta anak di dunia yang meninggal akibat kekurangan gizi setiap hari. Kebanyakan dari mereka berusia di bawah lima tahun. Gizi buruk masih menjadi ancaman utama pada kehidupan lima tahun pertama seorang anak, yang sesungguhnya bisa dihindari meski membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak secara serempak.Indonesia juga menghadapi isu serupa. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, prevalensi gizi kurang pada balita bersifat fluktuatif. Sempat menurun pada 2010—dibandingkan tahun 2007—menjadi 17,9 persen, pada 2013 kembali meningkat menjdi 19,6 persen. Masalah stunting atau pendek pada balita pun masih mencapai angka 37,2 persen secara nasional. Persoalan pemberian pangan dan gizi sesuai kebutuhan bayi, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, masih memerlukan penanganan tepat untuk menekan angka gizi buruk pada anak.
Kurang gizi yang dialami anak-anak di bawah usia dua tahun dapat berdampak signifikan. Selain mudah sakit, perkembangan tubuh hingga dewasa tidak optimal, kemampuan motorik rendah, produktivitas rendah, sehingga kemampuan daya saing pun kurang. Edukasi mengenai asupan gizi dan nutrisi pada usia emas anak masih terus ditekankan untuk menekan hal tersebut. Badan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) pun menjadikannya isu global dengan menetapkan Hari Pangan Sedunia tiap 16 Oktober.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi. Setiap orangtua, dewasa ini, dituntut untuk lebih kritis dalam memilah dan mencermati asupan gizi sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Persoalan gizi buruk karena toh pada kenyataannya tak hanya ditemui di kota-kota terpencil. Anak balita di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bogor juga masih banyak mengalaminya. [ADT]
foto: shutterstock
noted: penuhi gizi buah hati
sumber : kompas.com
Minggu, 12 Januari 2014
...............CARA SPONTAN PALING CEPAT DAN MUDAH
1. MENGAMBIL AIR WUDU DAN WUDU LAGI WALAU MASIH SUCI
Cara Ampuh Usir Ngantuk
Tips mencegah kantuk secara spontan & tradisional, Jahe di kupas kulitnya di cuci lalu di iris tipis2 di taburi gula pasir lalu di makan dalam arti di kunyah, ampasnya bisa di telan ataupun tidak di telan yg penting air jahe aslinya yg di telan, tapi jangan banyak2, badan terasa hangat tenggorokan nyaman penglihatanpun jadi sumebyar,, InsyaAllah,, Resep tradisi Anggota hadrah ishari,
Bagi sahabat yang sering merasa ngantuk entah itu saat bekerja atau belajar, kali ini saya akan berbagi tips menarik untuk mengatasi rasa ngantuk yang berlebih. Tapi sebelum itu, yuk kita cari tahu dulu hal-hal yang bisa menjadi penyebab ngangtuk!
Penyebab Ngantuk?sebelum kita bahasa tips untuk menghilangkan ngantuk, sekarang kita akan mencari tahu terlebih dahulu, mengenai hal-hal yang bisa menjadi penyebab mengapa anda bisa ngantuk. Kurang OlahragaJika anda gampang mengantuk, mungkin karena anda kurang berolahraga. Menurut dr. Michael Triangto SpKO, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+ Health Sport Therapy, mudah mengantuk atau tubuh seperti kurang berenergi bisa disebabkan karena kurang berolahraga. ”Olahraga yang tepat intensitasnya adalah yang dilakukan hingga mencapai zona latihan (training zone) diri orang tersebut, dan dilakukan secara teratur. Jika tidak optimal, mungkin tubuh akan tetap loyo. Atau sebaliknya, dia makin mudah mengantuk karena tubuh terlalu lelah akibat olahraga berlebihan,” kata dr. Michael. Maka dari itu, rajin-rajinlah berolahraga secara rutin!
Gejala AnemiaGampang mengantuk, juga dapat disebabkan oleh gejala anemia (kekurangan sel darah merah). Karena anemia, suplai oksigen ke seluruh tubuh oleh sel darah merah terganggu. Padahal, oksigen adalah salah satu unsur penting untuk menghasilkan energi. Untuk mengetahuinya, Anda harus melakukan pemeriksaan darah. Jika hasilnya oke, bisa jadi Anda mengantuk karena memang kurang tidur atau kualitas tidur Anda buruk
Gejala PrediabetesMenurut dr. Dante Saksono Herbuwono, SpPD Endokrin dari Divisi Metabolik Endokrin RSCM, bisa jadi merupakan salah satu gejala prediabetes. Setelah makan, tubuh mengalami hiperinsulinemia (berlebihannya insulin), sehingga kadar gula darah turun drastis. Untuk itu, amatilah gejala prediabetes, seperti mudah haus dan sering ingin buang air kecil. Jika dibiarkan, prediabetes bisa menjadi diabetes. Namun, untuk memastikannya, jalani dulu pemeriksaan darah ke dokter.
Cara Usir Rasa Kantuk Saat BekerjaSetelah kita mengetahui apa saja hal yang bisa menjadi penyabab ngantuk, sekarang saatnya saya berbagi tips bagaimana cara mengusir rasa ngantuk supaya anda bisa melek hehe. Ok tanpa basa-basi, silahkan simak beberapa tips jitu mengatasi ngantuk berikut ini :Jalan-jalan ke luarBekerja di dalam ruangan dengan cahaya lampu, monitor komputer, dan air conditioner (AC) bisa membuat Anda cepat merasa ngantuk. Untuk itu, anda bisa berjalan-jalan keluar ruangan dan melihat pemandangan baru di luar ruangan. Hal tersebut akan membuat badan Anda menjadi lebih segar.Berolahraga RinganKebanyakan orang apalagi karyawan sering meremehkan pentingnya olahraga dengan berbagai alasan seperti terlalu sibuk dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Sehingga mereka lebih memilih untuk tidak melakukan olahraga yang jelas-jelas sangat penting. Walaupun anda sedang berada dilingkungan kantor, sebenarnya anda tetap bisa melakukan olahraga ringan untuk membuat detak jantung lebih cepat. Sehingga akan memberikan oksigen lebih banyak untuk tubuh dan tubuh Anda. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti jumping jack, lompat tali, atau sedikit yoga. Anda juga bisa lari-lari di tangga kantor Anda. Lakukan sampai Anda berkeringat agar anda tidak ngantuk lagi
Olah otak / Paksa otak anda bekerjaJika anda selalu merasa cepat ngantuk saat bekerja, mungkin itu terjadi karena otak anda dalam keadaan yang terlalu rilek. Mengisi Teka Teki silang (TTS) atau main Sudoku mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengolah otak anda. Selain itu, Anda juga bisa adu cepat bekerja dengan karyawan lain. Sehingga otak anda akan dipaksa bekerja dan membuat tubuh anda menjadi lebih bersemangatDinginkan kepala AndaSelain ketiga tips diatas anda juga dapat meminum air dingin (ES) yang ditambahkan lemon tanpa memakai gula sedikitpun. Coba deh bayangin, udah dingin, asem lagi, jika anda meminumnya saya yakin anda tidak akan ngantuk lagi. Kemudian anda juga bisa mencipratkan sedikit airnya ke wajah Anda. Cara lainnya, cobalah letakan potongan es di pergelangan tangan, dahi atau dipundak Anda.Ngemil Saat Kerja? Why not?Anda juga bisa menjaga kondiri tubuh anda agar tidak cepat ngantuk dengan ngemil. Tapi ingat hindari makanan berat atau cemilan yang rasanya terlalu manis. Selain buah-buahan, makan rujak pedas juga bisa bikin Anda melek atau bisa juga makan buah-buahan yang rasanya super asem.
Pompa adrenalinMasih ngantuk juga? mungkin anda bisa mencoba tips selanjutnya. tontonlah beberapa trailer film action atau horor, dalam beberapa menit saja, saya yakin Anda sudah tak mengantuk lagi.
Cobalah Ganti posisi tubuh AndaJika anda masih ngantuk juga, mungkin posisi duduk Anda yang kurang tepat. Karena cara duduk yang salah juga bisa jadi penyebab rasa kantuk. Anda bisamencba duduk dengan posisi tegak sambil menyilangkan kaki, atau coba untuk berdiri sebentar kemudian duduk lagi. Selain itu anda bisa berjalan sambil ke toilet mungkin untuk sekedar cuci muka.
Gunakan Wangi-wangianAnda juga bisa mencoba cara berikut ini. Bawalah selalu parfum, jika anda ngantuk anda bisa menglekan parfum tersebut di pergelangan tangan anda atau di awah hidung anda Hindari wangi lavender, karena Anda akan lebih ngantuk dibuatnya. simple kan?
MenariJika ngantuknya gak mau ilang juga, anda bisa melakukan hal konyol ini. Pakai headphone, dengarkan lagu favorit Anda dan menarilah sepuasnya selama 10 menit. Beberapa orang pasti menertawakan Anda, tapi rasa malu itu justru akan membantu mata Anda melek lagi. Hayo berani coba gak?
BercandaBercandalah dengan karyawan lain selama 5 menit. Tertawa bisa membantu tubuh Anda bergerak dan menghilangkan rasa kantuk. Jika Anda tak bisa bercanda, buka situs youtube tonton video lucu dan tertawalah dan anda tidak akan ngantuk lagi!
Belanja onlineBagi anda yang hobi otomotif, mungkin anda bisa lihat-lihat produk otomotif terbaru atau Pikirkan soal membeli hadiah untuk orang yang Anda sukai. Mencari hadiah lewat situs-situs belanja online akan membantu menyegarkan mata dan Anda tak mengantuk lagi. selamat mencoba!
Telepon ibuCara terakhit yang mungkin bisa anda lakukan yaitumelakukan percakapan dengan ibu Anda, karena akan membuat Anda terjaga. Mungkin karena ikatan emosional antara Anda dan ibu. Lagipula, baik juga bagi Anda untuk sering menghubungi orang tua. Anda bisa menceritakan hal-hal unik dikantor pada ibu anda.
Itulah beberapa tips bagaimana Cara Mengatasi Rasa Ngantuk Saat Bekerja dan Belajar yang mungkin bisa menjadi solusi bagi anda yang selalu ngantuk saat bekerja atau belajar. Semoga tips ini bisa bermanfaat. Terimakasih
^_^
https://www.facebook.com/groups/709798949038747/permalink/731395280212447/
Langganan:
Komentar (Atom)
