Rabu, 04 Desember 2013

INDONESIA HARUS BANGUN KARAKTER BANGSA

Kamis, 28 November 2013 07:12 WIB



SAN FRANSISKO, KALIFORNIA - Indonesia harus memberikan perhatian pada pembangunan karakter bangsa untuk menjadi satu negara yang kuat berdasarkan Pancasila. "Kenyataan dalam sejarah modern Indonesia, penguasa mengisi kemerdekaan dengan penekanan pada pembangunan politik dan ekonomi dan tidak pada pembangunan karakter bangsa," kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Musa Asy'arie seusai memberikan kuliah umum dialog antariman di San Fransisco, Kalifornia, pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (26/11) waktu Indonesia barat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD membuka kuliah umum yang bertema "Interfaith Dialogue in a Plural Society: the View from Indonesia", pada Senin (25/11) waktu setempat atau Selasa (WIB).
Kuliah umum dialog antariman yang diselenggarakan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri itu bekerja sama dengan Pusat Kajian Asia Tenggara (CSEAS) University of California, Berkeley, menghadirkan pembicara lainnya dari Indonesia yakni pakar dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta Pendeta Joas Adiprasetya, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof DR Jamhari Makruf dan pakar dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof DR Antonius Eddy Kristiyanto.
Prof Musa mengatakan lebih jauh bahwa Pemerintah mestinya belajar dari pengalaman-pengalaman yang dibuat semasa pemerintahan-pemerintahan lalu dan reformasi harus melahirkan visi baru dengan pembangunan karakter sebagai penekanan.
Kalau tak diselesaikan, dia mengatakan Indonesia akan mengalami krisis karakter dan menjadi lemah di tengah-tengah era globalisasi.
Rektor UIN itu dalam makalahnya berjudul "Religious Diversities and the Making of National Character", memberikan padangannya dengan latar belakang Indonesia yang beragam suku, agama, ras dan antarkelompok.
Dalam setiap masyarakat, katanya, selalu ada perbedaan dan konflik. Konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat bukan disebabkan oleh keberagaman tetapi ada konspirasi politik dan ada pihak-pihak yang memprovoklasi.
Lebih jauh dia mengatakan konflik antaragama disebabkan tiga hal: perbedaan persepsi atas tuhan, konsepsi tentang tuhan dan pengalaman empirik dimana manusia memahami tentang tuhan melalui pengalamn sehari-hari sehingga terdapat hubugan antarmanusia dengan tuhan. "Konflik terjadi karena terjadi manipulasi atas nama agama," kata dia.
Prof Musa sependapat bahwa dialog antariman merupakan satu cara meningkatkan saling pengertian untuk meningkatkan kerja sama kongkret mengatasi berbagai jurang pemisah di antara rakyat Indonesia.
Dia mengatakan bahwa reformasi yang dialami Indonesia membuat Pemerintah lemah dan rakyat kuat sehingga seakan-akan berlaku hukum rimba. "Berkembanglah premanisme putih dan hitam di tengah-tengah masyarakat kita," katanya.
Sementara itu, pendeta DR Joas Adiprasetyo mengatakan bahwa dialog antariman harus dibarengi dengan dua hal yakni persahabatan dengan orang yang berbeda iman dan kesediaan untuk menghargai perbedaan iman orang lain sebagai pihak yang tidak pernah direngkuh sepenuhnya.
Dia mengharapkan dialog ini tidak saja merupakan kegiataan yang dibuat-buat tetapi muncul dari persahabatan di kalangan akar rumput.
Prof Jamhari menyampaikan bahwa dialog antariman yang dilakukan oleh indonesia sudah dinilai bagus walaupun masih ada kasus-kasus yang harus diselesaikan.
"Karena sudah menjadi perhatian dunia maka perlu disikapi salah satunya dengan memperbaiki regulasi di Indonesia yang berkaitan dengan agama yang tidak kompatibel dengan isu-isu hak asasi manusia dan kebebasan beragama," kata dia.
Dia juga mengatakan Mukti Ali, Nurcholish Majid dan KH Abdurrahman Wahid termasuk tokoh Islam yang telah berjasa mempelopori dialog antariman.
Dalam makalahnya berjudul "From the Experience of Catholic Minority", Prof DR Antonius Eddy Kristiyanto mempertanyakan data mengenai jumlah penganut Katholik di Indonesia. Menurut dia, data resmi yang disampaikan Pemerintah berbeda dari data yang dikeluarkan 37 Keuskupan di Indonesia.
"Walau data berbeda, para misionaris akan tetap berperan di bidang layanan pendidikan, kesehatan dan sosial," katanya.
Dia juga mengatakan sebagai minoritas di Indonesia, para penganut Katholik berterima kasih kepada pemerintah karena telah menjadikan Pancasila sebagai rumah bersama. "Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana menjadikan 100 persen Indonesia dan 100 persen Katholik," kata Romo Eddy.
Konsul Jenderal RI San Fransisco, Asianto Sinambela dan lebih 50 mahasiswa tingkat pascasarjana dan sarjana UCB menghadiri kuliah umum dengan moderator Ketua CSEAS DR Jeffrey Hadler. (ID/ths/ant)
Sumber:
http://www.investor.co.id/national/indonesia-harus-bangun-karakter-bangsa/73117

Selasa, 26 November 2013



KEBERSIHAN RUH KECANTIKAN
Penulis: Ummu Ishaq Zulfa Husein
Senang berdandan merupakan tabiatnya wanita. Ingin selalu terlihat cantik dan menawan merupakan perkara yang lazim bagi mereka. Tak heran jika berbagai produk kosmetika dan pernak-pernik kecantikan yang menjamur di pasaran laku keras. Namun dalam urusan yang satu ini ada satu asas berhias yang kadang luput dari perhatian.

Asas dimaksud adalah kebersihan. Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan: Kebersihan adalah ruh kecantikan. Tidak ada artinya berhias tanpa kebersihan. Sesuatu yang kotor dalam pandangan dan aroma yang tak sedap akan merusakkan kecantikan dan berhias itu sendiri. Karena itu kebersihan merupakan urusan pertama yang harus diperhatikan seorang wanita ketika ia akan berhias dan mempercantik dirinya.

Islam merupakan agama yang memperhatikan kebersihan, karena itu seorang muslimah yang menyandarkan dirinya kepada agama mulia ini selayaknya tidak meremehkan urusan tersebut. Paling tidak, ketika akan melaksanakan shalat lima waktu, seorang muslimah mencuci anggota-anggota wudhunya dengan baik yang berarti akan hilang darinya kotoran dan debu dalam waktu lima kali sehari semalam. Dan tidak ada hal paling besar yang dapat engkau lakukan, wahai muslimah, daripada engkau menjaga kebersihan tubuhmu dan engkau berhias sekaligus, yang dengan begitu engkau akan raih ridha Allah dan ridha suamimu sekaligus.

Air, satu alat berhias
Berbicara kebersihan, sedikit banyak terkait dengan air. Sebagai salah satu nikmat Allah yang agung, air merupakan sumber kehidupan dan juga sumber kebersihan. Bisa dikata, tidak ada satu kehidupan pun yang dapat lepas dari kebutuhan akan air. Dan air juga merupakan alat berhias dan mempercantik diri.

Jika berhias tanpa kebersihan tidak ada faedahnya, lebih-lebih kebersihan dan kecantikan tanpa membasuh diri dengan air, merupakan hal sia-sia. Mengapa demikian? Dengan air akan hilang kotoran yang merusak pandangan atau aroma yang mengganggu penciuman.

Yang dikatakan mandi tidaklah sekedar menuangkan air dalam jumlah yang banyak ke tubuh, namun yang penting bagaimana tubuh dapat mengambil faedah dari air tersebut. Rasul kita yang mulia, Muhammad shallallahu alaihi wasallam, adalah orang yang paling hemat dalam menggunakan air, “walaupun engkau berada di sungai yang airnya melimpah”, begitu kurang lebih nasehatnya kepada shahabatnya untuk hemat memakai air, padahal beliau shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling menjaga kebersihan.

Menjadikan air sebagai sarana berbersih diri tidak berarti kita harus memperbanyak mandi dalam sehari, melebihi kebiasaan yang lazim. Bahkan ini merupakan sikap berlebih-lebihan alias pemborosan. Di samping itu, mandi melebihi kebutuhan mengantarkan pada kekeringan dan pecahnya kulit.

Yang hendak ditekankan di sini, adalah mengingatkan agar tidak melupakan air, yang dengannya kulit akan kembali kepada keadaannya yang normal setelah sebelumnya merasakan panas, ditempeli oleh kotoran, debu dan aroma keringat yang tidak sedap.

Menghilangkan Bau keringat
Tubuh yang selalu berkeringat biasanya meninggalkan aroma yang tidak sedap. Dan ini jelas mengganggu penampilan dan kecantikan serta mengurangi kepercayaan diri. Perlu diketahui, fungsi keringat yang utama adalah menahan bertambahnya panas tubuh dari keadaannya yang normal/wajar, dan keringat ini pada asalnya saat dikeluarkan oleh tubuh tidaklah disertai dengan bau tak sedap. Tentu saja selama tubuh tersebut sehat dan bersih.

Adapun aroma tak sedap yang ‘dihasilkan’ keringat, itu disebabkan karena tidak bersihnya bagian tubuh yang menjadi tempat keluarnya keringat, khususnya daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak. Tempat yang lembab dan kotor tadi mengundang kehadiran bakteri, yang pada akhirnya dia ‘berkarya’ sehingga keluarlah dari tubuh aroma tak sedap dan muncullah istilah BBM (bau badan menyengat).

Dari sini, sepantasnya mereka yang bau tubuhnya tak sedap untuk segera menghilangkan penyebabnya yang telah disebutkan di atas, dan tidak sekedar mengeringkan keringat yang keluar ataupun sekedar menaburkan bedak dan menyemprotkan wangi-wangian ke daerah badan yang bau.

Ketahuilah, cara yang paling efektif menghilangkan bau keringat adalah dengan menggunakan air. Karena air merupakan wangi-wangian yang paling baik. Gunakan air beberapa kali untuk membersihkan sumber bau dari tubuh. Ketika mandi, jangan lupa menggosok daerah lipatan tubuh khususnya ketiak dan mencurahkan air secara langsung ke daerah tersebut. Akan bermanfaat pula, jika daerah bawah ketiak diolesi separuh jeruk nipis yang telah diperas. Insya Allah, kita akan merasakan hasilnya.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, jangan biarkan rambut ketiak tumbuh memanjang. Bahkan harus segera dihilangkan, karena rambut inilah yang juga memicu timbulnya bau. Hindari mengkonsumsi bawang dalam keadaan mentah karena bawang termasuk jenis makanan yang merangsang bau badan.

Pembaca muslimah yang baik…Bila ingin diterima dengan baik oleh lingkunganmu, selain harus berhias dengan akhlak seorang muslimah, engkau juga jangan bersikap masa bodoh terhadap kebersihan tubuhmu dan jangan cuek dengan aroma tidak sedap yang engkau keluarkan. Perhatikan keberadaan dirimu, apalagi bila engkau telah memiliki suami. Jaga penciumannya darimu, jangan sampai dia mencium darimu kecuali aroma yang wangi dan memikat.

Demikian dariku untukmu…. Semoga memberi manfaat  ;)


Minggu, 05 Mei 2013



APAKAH SABAR ITU ADA BATASNYA ?
                Sabar itu ada batasnya, ini adalah pemahaman yang sangat fatal. Dengan pemahaman seperti ini akan menyebabkan hati menjdi sangat rapuh tidak akan tegar menerima segal ujian atau musibah dari Allah, yang akhirnya mengakibatkan batin menjadi “merana” banyak orang yang lepas kontrol dengan dalil “Sabar itu ada batasnya”.
                Sesungguhnya sabar itu adalah perintah Allah swt, dengan demikian tidak ada batasnya. Ini sama halnya dengan shalat lima waktu, hanya bedanya, bila shalat dilakukan pada waktu-waktu tertentu sedangkan sabar dilakukan saat  awal tertimpa musibah. Sedangkan musibah itu selama kita hidup tidak akan pernah berhenti.
                Seperti yang tertera dalam firman Allah berikut ini : “Sesungguhnya Kami telahmenjadikan apa yang ada di bumi sebagia perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik pebuatannya”.(Al Kahfi:7)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakannya :”kami telah beriman”, sedang mereka tidak di uji lagi? (Al Ankabut:2)

Bahkan dalam hadist Nabi ditegaskan bahwa musibah itu merupakan indikator kecintaan Allah kepada hamba-Nya (“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seseorang hamba maka Dia teggelamkan hamba tersebut kedalam cobaan , Barang siapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah”). Bukankah dengan musibah itu berarti Allah memberikan peluang kepada kita untuk memperoleh pahala yang sangat dibutuhkan dalam “kehidupan abadi” nanti?
Sabar itu tidak hanya dilakukan ketika menerima musibah saja namun hars juga dilakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun juga terdapat dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.

Coba renungkan firman Allah berikut :
Hai orang – orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat  sebagai penolongmu . Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqoroh:153)
Bagaimana setelah membaca tulisan diatas !
Apakah Sabar itu Ada Batasnya.....?

Semoga Bermanfaat

Senin, 18 Februari 2013


GARA – GARA SUARA LEDAKAN LAPTOP ……

          Malam kemarin tanggal 18 Februari 2013 pukul 22.30 menjelang tidur. Aku masih saja keliling lorong Ma’had. Sebenarnya aku juga sudah sangat lelah  dan ingin cepat mengarungi samudra mimpi. Tapi, entah darimana malam itu aku terasa lapar sekali  akhirnya kuputuskan turun kebawah yakni ke dapur karena kamarku berada di lantai dua. Setiba di dapur ternyata sepi hanya terlihat mbak ndalem yang sedang menghangatkan sayur dan lauk. Ketika mataku tertuju pada meja makan ada sepiring nasi yang sudah siap, entah kenapa kelihatannya nasi sepiring itu terlihat nikmat sekali daripada yang di dalam ricecooker. Akhirnya ku ambil saja nasi sepiring itu ku padukan dengan sayur terong,dua potong tempe dan dua kerupuk uyel. Alhasil, memang benar-benar nikmat. Setelah selesai makan segera ku cuci piring kemudian aku mengambil segelas air putih. Benar – benar makan malam yang nikmat. Setelah itu aku segera naik keatas, sebelum kembali ke kamar ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk berwudhu sebelum tidur, karena sudah menjadi rutinanku. Setelah ritualku selesai aku segera menuju kamar dan sebelum tidur aku ganti baju untuk tidur dahulu. Setelah semuanya selesai aku menata tempat tidur dan tak usah menunggu lama akupun terlelap dalam tidurku.
          Pukul 24.30 malam, terdengar suara ribur-ribut di dalam kamarku. Aku pun masa bodoh dengan situasi malam itu karena aku benar – benar capek + ngantuk bengetz. Entah darimana ada suara seperti alarm kebakaran, Tuut… tuut…. Tuut… Aku tetap cuek dengan keadaan. Malahan seluruh penghuni kamarku terbangun Cuma diriku saja yang masih enak-enakan tidur. Semuanya mencari sumber sura itu. Mbak Effa segera lari menuju arah sakelar lampu apakah sakelarnya konslet. Dan Mbak Ulin segera mengecek laptopnya apakah lupa belum dimatikan. Ternyata tidak ada masalah. Sedangkan adik – adikku Ma’had ketakutan karena asal suara itu belum ditemukan.
Ternyata oh ternyata asal suara itu dari Laptopnya Mbak Anik ynag belum dimatikan. Mbak Effa dan Mbak Ulin langsung segera  membangunkan Mbak Anik yang dari tadi juga cuek dengan keadaan. Ternyata setelah dicek, sebenarnya laptopnya sudah dimatikan tapi mungkin karena error sehingga on lagi dan mengeluarkan suara ± satu jam. Coba bayangkan siapa yang tak bingung dan takut. Setelah berhasil dijinakkan suara laptopnya akhirnya keadaan kembali seperti semula, tapi penghuni kamar jadi tak bisa kembali tidur karena masih was-was. Semuanya langsung mengutarakan perasaan masing-masing mengenai kejadian baru tadi. Tiba-tiba semua mata langsung mengarah kepadaku dan terheran-heran, Mbak Anis masih bisa tidur saja dengan tenang tanpa merasa terganggu sedikitpun. Sebenarnya diriku juga mengetahui kejadian yang baru saja terjadi, tapi dikarenakan diriku sudah capek + ngantuk bangetz, jadinya aku cuma membuka mata sebentar kemudian kulanjutkan tidur panjangku lagi. Kemudian ketika semua sudah merasa lelah. Mereka tidur kembali ketempat tidur masing – masing.
 Singkat Cerita… Keesokan harinya (pagi ini). Semuanya masih mengingat kejadian semalam dan ada yang member ekspresi ingin tertawa terus, ada yang cuma terheran-heran dengan diriku yang tak bangun.Kemudian Mbak Ulin bertanya kepadaku mengapa diriku tak bangun semalam. Tapi dengan mudah aku hanya menjawab kenapa kita bingung, kalau misalnya benar-benar meledak kan kita pastinya akan mati syahid soalnya kita sedang tholabul ilmi. Langsung saja yang mendengar jawabanku tertawa dan ada yang mengiyakan pula.
Dan begitulah ceritaku menjelang tidur yang aneh + konyol tapi insyaAllah kita dapat memetik hikmahnya dari setiap kejadian yang menimpa diri kita.
Amiiiin……

Sabtu, 16 Februari 2013



Resep dari Nenek di Kaki Gunung Wilis
Siapa yang suka makan nasi?. Pasti semuanya suka makan nasi, apalagi itu makanan pokok orang Indonesia. Kemarin, di rumah nenek diajari membuat Nasi Gurih , yang konon katanya rasanya itu lebih mantap dan nikmat. Ini dia resepnya :
·        Bahan :
1.     500 gr beras pandan wangi
2.     2 butir cengkeh
3.     2 lembar daun salam
4.     2 batang sereh, ambil putihnya memarkan
5.     1 sdt garam
6.     750 ml santan dari 1 butir kelapa
·        Cara membuat :
-          Rebus santan, garam, sereh, daun salam, dan cengkeh sambil diaduk hingga mendidih. Tambahkan beras, masak hingga santan meresap.
-         Kukus beras hingga ,matang ± 30 menit untuk 4 porsi .
Selamat mencoba.....
Bisa disajikan bersama oseng – oseng tempe kering, mie kuning dan ditemani teh hangat. Cocok disajikan ketika hawa  dingin (selesai hujan).

Semoga Bermanfaat..... :) 



Iseng - iseng di Hari Ahad ku kali ini.....
Mengisi Hari Ahad di rumah bingung mau ngapain. Akhirnya, aku jalan-jalan ke kebun. Tiba di kebun ku perhatikan tanaman bayam ibuku yang gemuk dan lebar. Entah dari mana aku terbesit untuk membuat makanan dari bayam. Setiba di dapur aku mencari bahan-bahan masakan yang sekiranya bisa diolah menjadi santapan siang nanti.  Akhirnya aku berinisiatif membuat Keripik Bayam Kriuk :
·         Bahan :
1.       1 ikat bayam
2.       200 gr tepung beras
3.       3 sdm tepung kanji (pathi)
4.       8 buah kemiri
5.       3 siung bawang putih
6.       3 sdm ebi
7.       Garam secukupnya
8.       Air secukupnya
9.       Minyak untuk menggoreng
·         Cara membuat :
a.       Pilih daun bayam yang utuh dan lebar
b.      Haluskan bawang putih, kemiri, dan ebi
c.   Campurkan bumbu yang sudah dihaluskan dengan tepung beras dan kanji, beri air untuk melarutkan adonan hingga encer
d.      Masukkan garam secukupnya
e.      Panaskan minyak dalam wajan
f.        Celup daun bayam kedalam adonan lalu goreng hingga benar – benar kering
g.       Angkat dan tiriskan. Keripik bayam siap dinikmati
Jika ingin lebih nikmat lagi bisa disajikan dengan saus sambal. Apalagi disantap dengan nasi hangat dipadu sayur bayam dengan lauk tempe goreng + telur dadar dan minumnya es teh. Pasti Nikmaaaaaaaaat sekaliii.....
Bismillah.....
SELAMAT MENCOBA ..............