GARA –
GARA SUARA LEDAKAN LAPTOP ……
Malam kemarin tanggal
18 Februari 2013 pukul 22.30 menjelang tidur. Aku masih saja keliling lorong Ma’had.
Sebenarnya aku juga sudah sangat lelah
dan ingin cepat mengarungi samudra mimpi. Tapi, entah darimana malam itu
aku terasa lapar sekali akhirnya
kuputuskan turun kebawah yakni ke dapur karena kamarku berada di lantai dua. Setiba
di dapur ternyata sepi hanya terlihat mbak ndalem
yang sedang menghangatkan sayur dan lauk. Ketika mataku tertuju pada meja
makan ada sepiring nasi yang sudah siap, entah kenapa kelihatannya nasi sepiring
itu terlihat nikmat sekali daripada yang di dalam ricecooker. Akhirnya ku ambil saja nasi sepiring itu ku padukan
dengan sayur terong,dua potong tempe dan dua kerupuk uyel. Alhasil, memang
benar-benar nikmat. Setelah selesai makan segera ku cuci piring kemudian aku
mengambil segelas air putih. Benar – benar makan malam yang nikmat. Setelah itu
aku segera naik keatas, sebelum kembali ke kamar ku langkahkan kakiku menuju
kamar mandi untuk berwudhu sebelum tidur, karena sudah menjadi rutinanku. Setelah
ritualku selesai aku segera menuju kamar dan sebelum tidur aku ganti baju untuk
tidur dahulu. Setelah semuanya selesai aku menata tempat tidur dan tak usah
menunggu lama akupun terlelap dalam tidurku.
Pukul 24.30 malam, terdengar suara ribur-ribut di dalam
kamarku. Aku pun masa bodoh dengan situasi malam itu karena aku benar – benar capek
+ ngantuk bengetz. Entah darimana ada suara seperti alarm kebakaran, Tuut… tuut….
Tuut… Aku tetap cuek dengan keadaan. Malahan seluruh penghuni kamarku terbangun
Cuma diriku saja yang masih enak-enakan tidur. Semuanya mencari sumber sura
itu. Mbak Effa segera lari menuju arah sakelar lampu apakah sakelarnya konslet.
Dan Mbak Ulin segera mengecek laptopnya apakah lupa belum dimatikan. Ternyata
tidak ada masalah. Sedangkan adik – adikku Ma’had ketakutan karena asal suara
itu belum ditemukan.
Ternyata oh ternyata asal
suara itu dari Laptopnya Mbak Anik ynag belum dimatikan. Mbak Effa dan Mbak
Ulin langsung segera membangunkan Mbak
Anik yang dari tadi juga cuek dengan keadaan. Ternyata setelah dicek,
sebenarnya laptopnya sudah dimatikan tapi mungkin karena error sehingga on lagi
dan mengeluarkan suara ± satu jam. Coba bayangkan siapa yang tak bingung dan
takut. Setelah berhasil dijinakkan suara laptopnya akhirnya keadaan kembali
seperti semula, tapi penghuni kamar jadi tak bisa kembali tidur karena masih
was-was. Semuanya langsung mengutarakan perasaan masing-masing mengenai
kejadian baru tadi. Tiba-tiba semua mata langsung mengarah kepadaku dan terheran-heran,
Mbak Anis masih bisa tidur saja dengan tenang tanpa merasa terganggu
sedikitpun. Sebenarnya diriku juga mengetahui kejadian yang baru saja terjadi,
tapi dikarenakan diriku sudah capek + ngantuk bangetz, jadinya aku cuma membuka
mata sebentar kemudian kulanjutkan tidur panjangku lagi. Kemudian ketika semua
sudah merasa lelah. Mereka tidur kembali ketempat tidur masing – masing.
Singkat Cerita… Keesokan harinya (pagi ini).
Semuanya masih mengingat kejadian semalam dan ada yang member ekspresi ingin
tertawa terus, ada yang cuma terheran-heran dengan diriku yang tak bangun.Kemudian
Mbak Ulin bertanya kepadaku mengapa diriku tak bangun semalam. Tapi dengan
mudah aku hanya menjawab kenapa kita bingung, kalau misalnya benar-benar
meledak kan kita pastinya akan mati syahid soalnya kita sedang tholabul ilmi. Langsung
saja yang mendengar jawabanku tertawa dan ada yang mengiyakan pula.
Dan begitulah ceritaku menjelang tidur yang
aneh + konyol tapi insyaAllah kita dapat memetik hikmahnya dari setiap kejadian
yang menimpa diri kita.
Amiiiin……