Coretan qolbu setiap Ahad Pagi ku
Setiap
ahad selalu ku usahakan untuk ikut pengajian di Masjid Baitur Rahman yang berlokasi di Jl. Mayor Bismo ( Depan
Kantor DEPAG Kota Kediri ). Aku selalu berusaha agar hari-hariku selalu ada
tambahan ilmu yang manfaat, jadi setiap jam enam kurang aku sudah berangkat ke
lokasi pengajian. Nanti selesai sekitar pukul 07.30 s/d 08.00. Kadang – kadang
setiap ahad yang berbeda melukiskan cerita ahad yang berbeda pula.
Pernah
suatu ketika, tema ngajinya tentang minta ampun kepada Allah. Oleh pembicara, para
jamaah dituntun untuk melafalkan kalimat istghfar dan mengingat dosa-dosa yang
telah lampau. Tak terasa air mataku mengalir deras hingga membasahi jilbab ku.
Aku sungguh tersentuh betapa hinanya aku berlumur dengan dosa. Aku niat taubat
supaya hidupku lebih damai dan tenteram. Allah memberiku hidup yang selalu
dikelilingi hamba-hamba-Nya yang sholeh. Bersyukur sekali aku. Aku berjanji
dalam hati ketika usai pengajian , aku
akan mempelajari agama-Nya serta mengamalkannya untuk sesama.
Ahad
itu, sebenarnya agak kurang niat berangkat pengajian, tapi aku mengingat diriku
yang kurang ilmu akhirnya kuputuskan untuk ngaji. Dilain sisi sebenarnya aku
juga sedang ada masalah. Tapi aku berpikir, mungkin dengan ikut ngaji jiwaku akan sedikit lebih tenang. Benar
dugaanku. Ahad itu, temanya membahs tentang fenomena remaja. Aku sungguh
bahagia menemukan solusi masalah ku. Beliau menjelaskan anak muda gak usah
pacaran . kalau jodoh itu gak akan lari kemana-mana. Yakinlah dengan skenario
hidup yang telah dibuat oleh Allah, InsyaAllah lebih baik daripada pilihan
kita. Karena siapa tahu baik dihadapan kita , tapi buruk dihadapan Allah atau
sebaliknya. Beliau menjelaskan seperti kita mau makan bakso. Apa yang kita
makan paling akhir? . para jamah ada yang menjawab kuah bakso, tahu , bakso,
mie, dan lain- lain. Tapi kata beliau yang umum orang makan paling akhir adalah
baksonya itu, sebab bakso adalah unsur utama yang paling dinikmati orang
sehingga yang paling enak diakhirkan alias dieman-eman.
Karena seperti hidup kita susah dulu , hidup gak enak dulu nanti pasti akhirnya
Allah memberikan balasan atas pengorbanan kita tersebut. Beliau juga
menceritakan bahwa ada seorang mahasiswa kedokteran yang sudah mapan dan siap
untuk menikah dan dia berniat melamar mahasiswa keperawatan, alhasil karena si
wanita belum pernah pacaran dan gak ingin pacaran, dia mendpatkan jodoh yang
sholeh tak lain adalah mahasiswa kedokteran tersebut.. Ketika hari lamaran
telah tiba, sang lelaki dating ke rumah sang calon istri. Di rumah wanita
tersebut sang penghulu berkata apakah dia telah siap dan yakin akan pilihannya.
Sang lelaki menjawab bahwa dia yakin dengan pilihannya atas dasar istikhorohnya
semoga calon istrinya kelak menjadi sesosok bidadari yang setia dan ada dalam
suka mau pun duka. Setelah akad dimulai sang lelaki bertanya kepada sang calon
istri yang berada di ruang sebelah, Apakah dia boleh memberikan mahar yang
special daripada seperangkat alat sholat dan sejumlah uang tunai. Dengan rasa
penasaran, sang wanita memperbolehkannya. Apakah mahar special yang diberikan
sang lelaki kepada sang wanita? Ternyata adalah dua surat kalam Allah yang dibacakan
untuknya dengan pembacaan yang begitu menyentuh hati siapapun yang berada
dirunag itu. Semuanya menitikkan air mata. Bahwa sang calon suami wanita
tersebut selain dokter, ternyata adalah hafidz alquran. SubhanaAllah…. Sungguh Allah telah menyiapkan sesosok imam
yang baik serta sholeh bagi wanita
muslimah yang baik serta sholehah pula. Setelah usai acar ngajinya Beliau
memberikan sedikit petuha atupun juga bias disebut doa” Wes to, pokok’e arek
enom – enom sing di Majlis ilmu ini ahad iki ku doakan angsal jodoh yang sholeh,
yang mapan, pinter ekonomi, lan
syukur-syukur hafidz alqura’an”. Serentak para jamaah, khususnya anak
para remaja yang berada dimajlis itu termasuk aku serentak menjawab doa beliau
“Amiiiiin”. Ketika itu pun , aku
berjanji pada diriku aku tidak akan melakukan maksiat yang akan lebih banyak
memberikan mudhorot daripada manfaatnya. Aku taubat, karena mengingat diriku
hampir melakukan maksiat yang sunnguh Allah benci . Tapi Alllah benar-benar sayang
kepadaku. Allah selalu ada dimana aku
berada dan membutuhkan, jadi ketika aku melakukan apa saja Allah pasti
memantauku. Jika aku berbuat suatu maksiat pasti ada cara Allah untuk
mengingatkanku. Alhamdulillah…..
Bersambung
dulu ya……. !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar