Senin, 28 Januari 2013


Coretan qolbu setiap Ahad Pagi ku

Setiap ahad selalu ku usahakan untuk ikut pengajian di Masjid Baitur Rahman  yang berlokasi di Jl. Mayor Bismo ( Depan Kantor DEPAG Kota Kediri ). Aku selalu berusaha agar hari-hariku selalu ada tambahan ilmu yang manfaat, jadi setiap jam enam kurang aku sudah berangkat ke lokasi pengajian. Nanti selesai sekitar pukul 07.30 s/d 08.00. Kadang – kadang setiap ahad yang berbeda melukiskan cerita ahad yang berbeda pula.
Pernah suatu ketika, tema ngajinya  tentang  minta ampun kepada Allah. Oleh pembicara, para jamaah dituntun untuk melafalkan kalimat istghfar dan mengingat dosa-dosa yang telah lampau. Tak terasa air mataku mengalir deras hingga membasahi jilbab ku. Aku sungguh tersentuh betapa hinanya aku berlumur dengan dosa. Aku niat taubat supaya hidupku lebih damai dan tenteram. Allah memberiku hidup yang selalu dikelilingi hamba-hamba-Nya yang sholeh. Bersyukur sekali aku. Aku berjanji dalam hati ketika usai  pengajian , aku akan mempelajari agama-Nya serta mengamalkannya untuk sesama.
Ahad itu, sebenarnya agak kurang niat berangkat pengajian, tapi aku mengingat diriku yang kurang ilmu akhirnya kuputuskan untuk ngaji. Dilain sisi sebenarnya aku juga sedang ada masalah. Tapi aku berpikir, mungkin dengan ikut ngaji  jiwaku akan sedikit lebih tenang. Benar dugaanku. Ahad itu, temanya membahs tentang fenomena remaja. Aku sungguh bahagia menemukan solusi masalah ku. Beliau menjelaskan anak muda gak usah pacaran . kalau jodoh itu gak akan lari kemana-mana. Yakinlah dengan skenario hidup yang telah dibuat oleh Allah, InsyaAllah lebih baik daripada pilihan kita. Karena siapa tahu baik dihadapan kita , tapi buruk dihadapan Allah atau sebaliknya. Beliau menjelaskan seperti kita mau makan bakso. Apa yang kita makan paling akhir? . para jamah ada yang menjawab kuah bakso, tahu , bakso, mie, dan lain- lain. Tapi kata beliau yang umum orang makan paling akhir adalah baksonya itu, sebab bakso adalah unsur utama yang paling dinikmati orang sehingga yang paling enak diakhirkan alias dieman-eman. Karena seperti hidup kita susah dulu , hidup gak enak dulu nanti pasti akhirnya Allah memberikan balasan atas pengorbanan kita tersebut. Beliau juga menceritakan bahwa ada seorang mahasiswa kedokteran yang sudah mapan dan siap untuk menikah dan dia berniat melamar mahasiswa keperawatan, alhasil karena si wanita belum pernah pacaran dan gak ingin pacaran, dia mendpatkan jodoh yang sholeh tak lain adalah mahasiswa kedokteran tersebut.. Ketika hari lamaran telah tiba, sang lelaki dating ke rumah sang calon istri. Di rumah wanita tersebut sang penghulu berkata apakah dia telah siap dan yakin akan pilihannya. Sang lelaki menjawab bahwa dia yakin dengan pilihannya atas dasar istikhorohnya semoga calon istrinya kelak menjadi sesosok bidadari yang setia dan ada dalam suka mau pun duka. Setelah akad dimulai sang lelaki bertanya kepada sang calon istri yang berada di ruang sebelah, Apakah dia boleh memberikan mahar yang special daripada seperangkat alat sholat dan sejumlah uang tunai. Dengan rasa penasaran, sang wanita memperbolehkannya. Apakah mahar special yang diberikan sang lelaki kepada sang wanita? Ternyata adalah dua surat kalam Allah yang dibacakan untuknya dengan pembacaan yang begitu menyentuh hati siapapun yang berada dirunag itu. Semuanya menitikkan air mata. Bahwa sang calon suami wanita tersebut selain dokter, ternyata adalah hafidz alquran. SubhanaAllah….  Sungguh Allah telah menyiapkan sesosok imam yang baik serta sholeh  bagi wanita muslimah yang baik serta sholehah pula. Setelah usai acar ngajinya Beliau memberikan sedikit petuha atupun juga bias disebut doa” Wes to, pokok’e arek enom – enom sing di Majlis ilmu ini ahad iki ku doakan angsal jodoh yang sholeh, yang mapan, pinter ekonomi, lan  syukur-syukur hafidz alqura’an”. Serentak para jamaah, khususnya anak para remaja yang berada dimajlis itu termasuk aku serentak menjawab doa beliau “Amiiiiin”.  Ketika itu pun , aku berjanji pada diriku aku tidak akan melakukan maksiat yang akan lebih banyak memberikan mudhorot daripada manfaatnya. Aku taubat, karena mengingat diriku hampir melakukan maksiat yang sunnguh Allah benci . Tapi Alllah benar-benar sayang kepadaku.  Allah selalu ada dimana aku berada dan membutuhkan, jadi ketika aku melakukan apa saja Allah pasti memantauku. Jika aku berbuat suatu maksiat pasti ada cara Allah untuk mengingatkanku. Alhamdulillah…..
Bersambung dulu ya……. !!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar